Home Terbaru India Blokir Film Dokumenter BBC soal PM Modi di dalam Kerusuhan Gujarat

India Blokir Film Dokumenter BBC soal PM Modi di dalam Kerusuhan Gujarat

Video TVmoka Terbaru Live January 24, 2023 2:34 am

Jakarta, CNN Indonesia

India memblokir penayangan film dokumenter BBC tentang kepemimpinan Perdana Menteri Narendra Modi selama kerusuhan Gujarat pada 2002.

Melansir Reuters, Hari Senin (23/1), Penasihat Pemerintah Kanchan Gupta mengatakan meski BBC belum menayangkan film dokumenter tersebut di India, video telah beredar di YouTube.

Oleh karena itu, pemerintah India mengeluarkan perintah kepada YouTube untuk memblokir unggahan video tersebut.

Baca Juga :  Jual - Jual duren 100 rupiah


Selain itu, pemerintah serta meminta Twitter untuk memblokir lebih berasal dari 50 tweet yg terhubung ke film dokumenter tersebut. Pihak YouTube dan juga serta Twitter pun telah mematuhi arahan tersebut.

Pekan lalu, seorang juru bicara kementerian luar negeri India menyebut film dokumenter BBC sebagaimana ‘karya propaganda’ yg dimaksudkan untuk mendorong narasi yg didiskreditkan.

Modi ialah menteri utama negara bagian barat Gujarat saat dilanda kerusuhan komunal yg menewaskan lebih berasal dari 1.000 orang. Menurut perhitungan pemerintah, kebanyakan korban tewas ialah muslim.

Baca Juga :  Vox Media Ikuti Jejak Google, PHK Karyawan di Awal 2023

Sementara, aktivis hak asasi manusia (HAM) memperkirakan jumlah korban tewas setidaknya dua kali lipat berasal dari hitungan pemerintah.

Modi membantah tudingan gagal menghentikan kerusuhan. Sebuah tim investigasi khusus yg ditunjuk dari Mahkamah Agung untuk menyelidiki peran Modi dan juga serta lainnya di dalam kekerasan tersebut.

Tim investigasi itu mengatakan di dalam laporan setebal 541 halaman pada 2012, mereka tidak dapat menemukan bukti untuk menuntut Modi.

Baca Juga :  Jual - Pengusaha Ramai-Ramai Jual SPBU, BU atau Tak Laku?

Modi diangkat sebagaimana calon perdana menteri berasal dari partainya, Partai Bharatiya Janata nasionalis Hindu, pada 2013. Ia pun memenangkan pemilihan umum pada 2014 dan juga serta dilanjutkan pada 2019.

(mrh/sfr)




Sumber Referensi & Artikel : Berbagai Sumber
Saksikan video selengkapnya :