Home Terbaru Sentilan Keras Mufti Saudi soal Pembakaran Al Quran di Swedia

Sentilan Keras Mufti Saudi soal Pembakaran Al Quran di Swedia

Video TVmoka Terbaru Live January 25, 2023 2:35 am

Jakarta, CNN Indonesia

Mufti Agung Arab Saudi Sheikh Abdulaziz bin Abdullah Al Al-Sheikh mengutuk keras pembakaran Al Quran yg dilakukan politikus sayap kanan Swedia, Rasmus Paludan, pada akhir pekan lalu.

Al-Sheikh menganggap aksi Paludan itu provokatif bagi umat Muslim dunia sampai memicu perselisihan dan juga serta mendukung ekstremisme.


Al Sheikh serta mengutuk otoritas Swedia yg membiarkan seorang politikus melakukan aksi tercela seperti itu.

“Praktik biadab dan juga serta provokatif ini cuma hendak meningkatkan keimanan umat Islam dengan keyakinan mereka terhadap status Al Quran, karena Al Quran merupakan sumber hukum dan juga serta pendekatan yg benar di dalam menyebarkan ajaran serta nilai-nilai perdamaian serta kehidupan,” ucap Al-Sheikh seperti dikutip kantor kabar pemerintah Saudi, SPA, pada Hari Selasa (24/1).

Baca Juga :  Hasil Perempatfinal India Open 2023: Tumbang dari Wakil China, Marcus Gideon/Kevin Sanjaya Gagal ke Semifinal

Paludan membakar salinan Al Quran saat ikut berdemonstrasi menentang Presiden Recep Tayyip Erdogan di depan Kedutaan Besar Turki di Stockholm pada Hari Sabtu (21/1).

Demo itu berlangsung sebagaimana bentuk penentangan terhadap tuntutan Turki supaya Swedia mengekstradisi aktivis Partai Pekerja Kurdi (PKK) Apabila ingin mendapat restu Ankara untuk bergabung dengan Aliansi Pertahanan Negara Atlantik Utara (NATO).

Baca Juga :  NATO Kirim Pesawat Pengintai ke Rumania Mata-matai Gelagat Rusia

[Gambas:Video CNN]

Turki menganggap PKK sebagaimana kelompok separatis dan juga serta teroris.

Ini bukan kali pertama Paludan memicu kontroversi. Sejak terjun ke dunia politik, Paludan memang dikenal sebagaimana ekstremis sayap kanan garis keras yg kerap menyuarakan sentimen anti-Islam dan juga serta imigran.

Paludan pertama kali menyedot perhatian internasional pada 2019, saat ia memancing emosi Muslim karena membakar Al Quran di dalam demonstrasi di Viborg, Denmark.

Media lokal Denmark, Nyheder, melaporkan bahwa sekitar 100 orang ikut serta di dalam demonstrasi itu. Tiga di antaranya ditangkap karena dianggap memicu keributan.

Baca Juga :  Penyebab Anthony Ginting Kalah dari Jagoan China Shi Yu Qi di 16 Besar Indonesia Masters 2023

Belum berhenti, Paludan kembali berencana menggelar demonstrasi dengan prosesi pembakaran Al Quran di Malmo, Swedia, pada Agustus 2020.

Namun, Swedia melarang Paludan masuk. Pihak berwenang mencegat Paludan di pos pemeriksaan. Mereka menekankan Paludan dilarang masuk sampai dua Tahun.

“Dia merupakan ancaman serius,” demikian pernyataan kepolisian Swedia yg dikutip media lokal SVT Nyheter.

 

(rds)



[Gambas:Video CNN]


Sumber Referensi & Artikel : Berbagai Sumber
Saksikan video selengkapnya :