Home Terbaru WHO Kembali Serukan Peringatan Soal Kematian Akibat Obat Sirup

WHO Kembali Serukan Peringatan Soal Kematian Akibat Obat Sirup

Video TVmoka Terbaru Live January 24, 2023 2:34 am

Jakarta, CNN Indonesia

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyerukan tindakan segera dan juga serta terpadu untuk melindungi anak-anak berasal dari obat-obatan yg terkontaminasi. Seruan disampaikan setelah sangat banyak kematian anak terkaitĀ obat batuk sirup Tahun lalu.

Pada 2022, lebih berasal dari 300 anak – terutama berusia di bawah 5 Tahun (balita) – di Gambia, Indonesia, dan juga serta Uzbekistan meninggal karena cedera ginjal akut, kematian terkait obat-obatan yg terkontaminasi.


Obat-obatan, sirup obat batuk yg dijual bebas, memiliki kadar dietilen glikol dan juga serta etilen glikol yg tinggi.

“Kontaminan ini bahan kimia beracun yg digunakan sebagaimana pelarut industri dan juga serta agen antibeku yg dapat berakibat fatal meski dikonsumsi di dalam jumlah kecil, dan juga serta tidak boleh ditemukan di dalam obat-obatan,” kata WHO, Hari Senin (23/1).

Baca Juga :  Alex Marquez Punya Target Ambisius Bersama Gresini Ducati di Awal Musim MotoGP 2023

Tujuh negara telah melaporkan penemuan sirup terkontaminasi di dalam empat bulan terakhir, dan juga serta menyerukan tindakan nyata di 194 negara anggotanya untuk mencegah lebih sangat banyak kematian.

“WHO meminta berbagai pemangku kepentingan utama yg terlibat di dalam rantai pasokan medis untuk mengambil tindakan segera dan juga serta terkoordinasi,” kata WHO.

WHO telah mengirimkan peringatan produk khusus pada Oktober 2022 dan juga serta awal Januari 2023, meminta obat-obatan untuk tak dijual.

Baca Juga :  Gara-gara China, TNI AL Kirim Kapal Perang ke Laut Natuna

Salah satunya ialah sirup obat batuk yg dibuat Maiden Pharmaceuticals India dan juga serta Marion Biotech. Obat-obatan itu berkaitan dengan kematian di Gambia dan juga serta Uzbekistan.

Tahun lalu, WHO serta menerbitkan peringatan untuk obat batuk sirup yg dibuat empat produsen Indonesia; PT Yarindo Farmatama, PT Universal Pharmaceutical, PT Konimex dan juga serta PT AFI Pharma, yg dijual di di dalam negeri.

[Gambas:Video CNN]

Perusahaan yg terlibat menyangkal produk mereka terkontaminasi atau menolak berkomentar saat penyelidikan sedang berlangsung.

WHO mengulangi seruannya supaya produk yg ditandai di atas dihapus berasal dari peredaran, dan juga serta menyerukan lebih luas kepada negara-negara untuk memastikan bahwa setiap obat yg dijual disetujui dari otoritas yg kompeten.

Baca Juga :  Terhenti di Semifinal Malaysia Open 2023, Dejan Ferdinansyah/Gloria Widjaja Tetap Bangga

Mereka serta meminta pemerintah dan juga serta regulator menugaskan sumber daya untuk memeriksa produsen, meningkatkan pengawasan pasar, dan juga serta mengambil tindakan Apabila diperlukan.

Tak cuma itu, produsen serta diminta cuma membeli bahan mentah berasal dari pemasok yg memenuhi syarat, menguji produk mereka lebih teliti dan juga serta mencatat prosesnya.

Pemasok dan juga serta distributor, kata WHO, mesti memeriksa tanda-tanda pemalsuan dan juga serta cuma mendistribusikan atau menjual obat yg diizinkan untuk digunakan.

(Reuters/chri)




Sumber Referensi & Artikel : Berbagai Sumber
Saksikan video selengkapnya :